Remaja merupakan kelompok rentan mengalami gangguan psikososial akibat tingginya paparan media digital dan media sosial. Peningkatan literasi kesehatan jiwa melalui pemberdayaan kader muda menjadi salah satu strategi promotif preventif untuk meningkatkan kemampuan mengenali, mencegah, dan menangani masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader muda mengenai kesehatan jiwa berbasis digital sebagai upaya pencegahan gangguan psikososial komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Aula UPTD Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 26 kader muda dari SMKN 2 Tasikmalaya dan SMPN 9 Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kasus, simulasi, pembagian leaflet edukatif, dan pemanfaatan media digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 pertanyaan literasi kesehatan jiwa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Rata-rata skor peserta meningkat dari 13,19 (87,95%) menjadi 13,72 (91,47%) dengan peningkatan 0,53 poin (3,52%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara skor pre-test dan post-test (Z = -2,446; p = 0,014), sehingga edukasi kesehatan jiwa berbasis digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader muda. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai deteksi dini gangguan psikososial, penggunaan media sosial yang sehat, keamanan digital, komunikasi empatik, dan pentingnya verifikasi informasi kesehatan. Pemberdayaan kader muda melalui edukasi kesehatan jiwa berbasis digital efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa sebagai upaya promotif dan preventif komunitas. Program ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara Puskesmas, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat peran kader muda sebagai agen promosi kesehatan jiwa.
Copyrights © 2026