Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN PENDAMPINGAN AKTIVASI FITUR-FITUR CATATAN KESEHATAN PRIBADI PADA APLIKASI SATU SEHAT MOBILE Arief Tarmansyah Iman; Diana Barsasella; Dedi Setiadi; Ari Sukawan; Ida Wahyuni; Neli Puspitasari
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v6i1.175

Abstract

SATUSEHAT Mobile merupakan aplikasi kesehatan masyarakat yang berfungsi sebagai sumber informasi dan akses layanan kesehatan terpercaya. Beberapa fitur utama SATUSEHAT Mobile meliputi Rekam Medis Elektronik (RME), akses sertifikat imunisasi anak dan vaksinasi, pengingat jadwal minum obat, pencatatan informasi kesehatan pribadi, serta akses resume rekam medis. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi mengenai aplikasi ini. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, di mana petugas puskesmas belum dapat secara optimal memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai SATUSEHAT Mobile ini. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam instalasi, menggunakan, serta memanfaatkan fitur rekam medis elektronik dan fitur pencatatan kesehatan personal dalam aplikasi SATUSEHAT Mobile. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat yang diwakili oleh kader kesehatan. Kegiatan sosialisi dan pendampingan telah dilaksanakan terhadap 20 orang kader kesehatan yang merupakan perwakilan dari seluruh desa di wilayah kerja puskesmas. Hasil sosialisasi didapatkan peningkatan pengetahuan kader terhadap fungsi dan fitur-fitur dari satu sehat mobile dengan nilai rata-rata pre test 65 meningkat menjadi 86 pada akhir sosialisasi juga ditandai dengan keberhasilan peserta menginstal dan mengoperasionalkan satusehat mobile.
Pemberdayaan Kader Muda Puskesmas dalam Edukasi Kesehatan Jiwa Berbasis Digital untuk Pencegahan Gangguan Psikososial di Komunitas Dewi Lena Suryani Kurniasih; Fery Fadly; Ayu Rahayu Lestari; Neli Puspitasari; Asep Rahmadiana; Desinta Rahayu; Jajang Misbah; Fitri Fitrianie; Imas Haryati; Neli Susanti
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.25835

Abstract

Remaja merupakan kelompok rentan mengalami gangguan psikososial akibat tingginya paparan media digital dan media sosial. Peningkatan literasi kesehatan jiwa melalui pemberdayaan kader muda menjadi salah satu strategi promotif preventif untuk meningkatkan kemampuan mengenali, mencegah, dan menangani masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader muda mengenai kesehatan jiwa berbasis digital sebagai upaya pencegahan gangguan psikososial  komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Aula UPTD Puskesmas Kahuripan Kota Tasikmalaya dengan melibatkan 26 kader muda dari SMKN 2 Tasikmalaya dan SMPN 9 Tasikmalaya. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi kasus, simulasi, pembagian leaflet edukatif, dan pemanfaatan media digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas 15 pertanyaan literasi kesehatan jiwa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Rata-rata skor peserta meningkat dari 13,19 (87,95%) menjadi 13,72 (91,47%) dengan peningkatan 0,53 poin (3,52%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara skor pre-test dan post-test (Z = -2,446; p = 0,014), sehingga edukasi kesehatan jiwa berbasis digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kader muda. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai deteksi dini gangguan psikososial, penggunaan media sosial yang sehat, keamanan digital, komunikasi empatik, dan pentingnya verifikasi informasi kesehatan. Pemberdayaan kader muda melalui edukasi kesehatan jiwa berbasis digital efektif meningkatkan literasi kesehatan jiwa sebagai upaya promotif dan preventif komunitas. Program ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara Puskesmas, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat peran kader muda sebagai agen promosi kesehatan jiwa.