Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tempe tradisional di Sanggrahan, Sukoharjo, melalui penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Mitra kegiatan adalah UKM Tempe Ibu Yamini yang mempertahankan produksi tempe dengan pembungkus daun sebagai bagian dari karakteristik produk tradisional dan kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses pencucian, pemecahan, dan pelepasan kulit kedelai yang masih mengandalkan tenaga manusia, sehingga membutuhkan waktu relatif lama, tenaga fisik yang besar, dan biaya operasional yang cukup tinggi. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penerapan teknologi, pelatihan pengoperasian, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi perubahan proses produksi. Teknologi yang diterapkan terdiri atas satu unit mesin pencuci kedelai sistem rotary dan satu unit mesin pemecah kedelai sekaligus pelepas kulit ari. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan baik dalam kegiatan produksi dan membantu mengurangi ketergantungan terhadap pekerjaan manual. Kapasitas pengolahan mencapai sekitar 50 kg kedelai per hari dengan kebutuhan bahan bakar sekitar 100 mL Pertalite dan energi listrik, dengan biaya energi diperkirakan sekitar Rp7.500 per hari. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi dibandingkan proses manual yang sebelumnya membutuhkan biaya tenaga kerja sekitar Rp75.000 per hari. Selain memberikan manfaat ekonomi, penerapan teknologi juga mengurangi beban fisik pekerja dan memberikan peluang peningkatan kapasitas produksi. Program ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dapat memperkuat produktivitas, kemandirian, dan keberlanjutan UKM tempe tradisional tanpa menghilangkan karakteristik produk lokal.
Copyrights © 2026