Persoalan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Desa Pandansari, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Keterbatasan layanan pengangkutan sampah dan minimnya fasilitas tempat pembuangan sementara mendorong warga mengelola sampah dengan cara pembakaran terbuka, yang menimbulkan asap tebal, menurunkan kualitas udara, serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Rocket Stove sebagai solusi alternatif pembakaran sampah minim asap di Desa Pandansari, sekaligus menganalisis efektivitasnya dalam mengurangi asap serta respons masyarakat terhadap penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa dan warga, serta uji coba langsung penggunaan Rocket Stove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rocket Stove mampu menyalakan api dengan cepat, menjaga kestabilan api selama proses pembakaran, serta menghasilkan asap yang jauh lebih tipis dibandingkan pembakaran terbuka konvensional, berkat desain ruang bakar tertutup dan cerobong vertikal yang mempertahankan suhu tinggi secara stabil. Penerapan alat ini juga berdampak positif terhadap kualitas udara di sekitar lokasi pembakaran dan mendapat respons baik dari masyarakat karena kemudahan pengoperasian, biaya terjangkau, dan perawatan yang sederhana. Selain manfaat teknis, penerapan Rocket Stove turut menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Dengan demikian, Rocket Stove dapat dijadikan model teknologi tepat guna yang mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan berpotensi direplikasi di desa-desa lain dengan permasalahan sampah yang serupa.
Copyrights © 2026