Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan primer di Indonesia masih menghadapi tantangan sistemik dalam hal administrasi manual, akurasi data, dan keberlanjutan layanan. Transformasi digital menjadi keniscayaan, namun implementasinya sering terkendala oleh kesiapan sumber daya manusia dan tidak adanya model keberlanjutan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model pemberdayaan kader Posyandu berbasis aplikasi SIGAP (Sistem Informasi Giat Posyandu) guna membangun ekosistem kesehatan digital yang berkelanjutan di Desa Gelam, Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community Development yang dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahapan: identifikasi masalah dan analisis kebutuhan, perancangan solusi dan pengembangan program, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi formatif, serta monitoring dan penguatan keberlanjutan. Aplikasi SIGAP dikembangkan sebagai Progressive Web App (PWA) dengan fitur database terpusat, analisis otomatis status gizi, modul logistik, dan generator laporan. Pelatihan kader dilakukan dengan metode blended learning dan pendampingan on-the-job training. Hasil kegiatan menunjukkan program berhasil melatih 30 kader dengan tingkat kapabilitas operasional mencapai 90%, mendigitalkan data kesehatan lebih dari 250 kepala keluarga, mengurangi waktu pembuatan Laporan Bulanan Posyandu dari 3-5 hari menjadi kurang dari 2 jam, dan meningkatkan partisipasi masyarakat sebesar 20%. Terbentuk Tim Digital Posyandu Desa sebagai institusi pengelola keberlanjutan serta tersusun buku panduan dan video dokumentasi untuk replikasi. Simpulan dari kegiatan ini adalah model pemberdayaan berbasis aplikasi SIGAP yang mengintegrasikan pelatihan berjenjang, pendampingan intensif, dan institusionalisasi terbukti efektif membangun ekosistem kesehatan digital yang mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026