Pernikahan anak masih menjadi salah satu persoalan kependudukan di Indonesia yang memerlukan penguatan edukasi bagi remaja melalui Program Generasi Berencana (Genre), khususnya materi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan wadah strategis untuk mengintegrasikan pendidikan kependudukan di lingkungan sekolah, namun implementasi materi PUP masih memerlukan penguatan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat implementasi materi PUP pada SSK melalui GenRe in Action, yaitu model edukasi partisipatif yang dikembangkan di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Kegiatan dilaksanakan terhadap 122 peserta didik kelas IX menggunakan pendekatan edukasi partisipatif berbasis pembelajaran aktif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukatif Benar atau Salah, refleksi, dan Deklarasi Menolak Pernikahan Anak. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan observasi terhadap keterlibatan peserta, proses diskusi, respons selama permainan edukatif, serta refleksi pada akhir kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik, menunjukkan pemahaman yang baik mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan, serta membangun kesadaran dan komitmen dalam upaya pencegahan pernikahan anak. Pengalaman pelaksanaan kegiatan membentuk GenRe in Action sebagai model implementasi Program Genre di Sekolah Siaga Kependudukan yang mengintegrasikan edukasi, diskusi interaktif, permainan edukatif, refleksi, dan penguatan komitmen peserta dalam satu rangkaian pembelajaran yang utuh. Model ini berpotensi direplikasi sebagai alternatif penguatan pendidikan kependudukan dan implementasi Program Genre pada berbagai Sekolah Siaga Kependudukan maupun satuan pendidikan lainnya.
Copyrights © 2026