Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan serius dengan prevalensi yang terus meningkat dan angka putus obat melebihi 47%. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Kota Bukittinggi tahun 2025. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 73 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga dan instrument MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga cukup (79,5%) dan kepatuhan minum obat kategori sedang (49,3%). Uji statistic Spearman Rank membuktikan adanya hubungan signifikan yang bermakna antara kedua variabel (p = 0, 000; r – 0,44). Arah hubungan bernilai positif dengan kekuatan sedang, mengindikasikan bahwa semakin baik dukungan keluarga yang diberikan, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa. Tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi bagi keluarga, sedangkan keluarga diharapkan lebih aktif memberikan perhatian, motivasi, dan pengawasan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain atau memperluas lokasi penelitian.
Copyrights © 2026