Banjir merupakan gangguan hidrologis yang dapat memengaruhi ekosistem, keanekaragaman hayati, dan penghidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam. Kasus banjir Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, tahun 2026 penting dikaji karena tingginya keanekaragaman tumbuhan dan keterikatan masyarakat dengan ekosistem hutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan banjir dengan ekosistem hutan, keanekaragaman tumbuhan, dan penghidupan masyarakat melalui studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, publikasi kelembagaan, dan pemberitaan terkait kasus tahun 2026, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa genangan berpotensi memengaruhi habitat, regenerasi, struktur, dan komposisi tumbuhan, serta mengganggu akses lahan pertanian, mobilitas, aktivitas rumah tangga, ketersediaan pangan, dan pemanfaatan hasil hutan. Namun, bukti lapangan belum memadai untuk menetapkan penurunan kekayaan spesies sebagai dampak langsung banjir maupun perubahan tutupan hutan sebagai penyebab tunggal kejadian. Diperlukan pendekatan sosial-ekologis yang mengintegrasikan data hidrologi, tutupan lahan, vegetasi, dan sosial ekonomi untuk mendukung konservasi dan pengelolaan Siberut secara adaptif
Copyrights © 2026