Tujuan: menganalisis peran manajemen inovasi dalam hilirisasi riset kimia bahan alam. Metode: kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada inkubator bisnis, startup, UMKM, dan industri kimia bahan alam. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, dianalisis dengan model Miles & Huberman dan triangulasi. Hasil: proses hilirisasi bersifat non-linear dan iteratif, dengan Valley of Death pada transisi pengembangan ke uji pilot. Manajemen inovasi berperan sebagai kapabilitas dinamis dalam perencanaan strategis, alokasi sumber daya, kemitraan triple helix, dan manajemen risiko. Faktor non-teknis lebih dominan daripada teknis. Strategi efektif: kemitraan terstruktur, validasi pasar berkelanjutan, dan model bisnis adaptif. Kesimpulan: integrasi manajemen inovasi, hilirisasi riset, dan kimia bahan alam diperlukan untuk mempercepat komersialisasi. Kontribusi: kerangka konseptual dan rekomendasi praktis bagi akademisi, technopreneur, industri, dan pembuat kebijakan.
Copyrights © 2026