Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar kadang-kadang ada yang mengerti bahwa dia mempunyai masalah tetapi tidak tahu bagaimana mengatasinya, dan ada juga yang tidak mengerti kepada siapa ia harus meminta bantuan dalam menyelesaikan masalahnya. Apabila masalah itu belum teratasi, mereka mungkin tidak dapat belajar dengan baik, karena konsentrasinya akan terganggu. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar pada peserta didik dan untuk mengetahui Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar pada peserta didik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini tidak menggunakan populasi dan sampel. Adapun instrument penelitian ini adalah kepala sekolah, guru Bimbingan Konseling, Guru kelas dan juga siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisa data, yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan, sedangkan untuk keabsahan data dilakukan dengan mengecek hasil wawancara, sumber data dan waktu pelaksanaannya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam adalah peranan guru bimbingan konseling dalam mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar dengan cara memberikan bimbingan dan arahan yang sesuai dengan masalah yang dialami oleh peserta didik tersebut; ada banyak factor yang membuat peserta didik mengalami kesulitan belajar, yaitu factor perhatian, minat, motivasi dan bakat serta factor keluarga, teman dan juga lingkungannya. Adapun upaya guru bimbingan konseling untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik adalah memberikan bimbingan khusus dan memberi perhatian yang lebih untuk menambah motivasi peserta didik untuk lebih giat lagi belajar.
Copyrights © 2023