Pendidikan adalah proses perubahan tingkah laku seseorang,pendidikan Sekolah Dasar merupakan jenjang pendidikan formal yang pertama dan bertanggung jawab mengembangkan sikap serta keterampilan siswa. Pada pendidikan formal juga diterapkan dasar ilmu pengetahuan, kepribadian, moral dan pembentukan watak untuk hidup di masyarakat. Adanya pemberian ilmu yang positif berpengaruh terhadap kualitas pendidikan yang lebih baik ke jenjang pendidikan selanjutnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan media sistem peredaran darah manusia dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V (B) di SDN 21 Sanggalea dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan media sistem peredaran darah manusia pada siswa kelas V (B) SDN 21 Sanggalea Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi serta refleksi. Subjek penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas V (B) SDN 21 Sanggalea, data hasil belajar peserta didik ini dikumpulkan dengan teknik tes yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan pengamatan peneliti, pembelajaran IPA di kelas V (B) SDN 21 Sanggalea menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA belum optimal, masih banyak kendala yang dihadapi guru, yaitu: 1) siswa kurang memperhatikan pembelajaran, 2) kurangnya media pembelajaran, 3) pembelajaran masih berpusat pada guru, 4) hasil belajar siswa rendah, dan 5) model mengajar yang digunakan guru kurang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre test nilai rata-rata ketuntasan belajar peserta didik yaitu sebesar 52,17%, sedangkan nilai rata-rata ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu sebesar 65,22% pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 86,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media sistem peredaran darah sangat berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2024