Era disrupsi dan percepatan perkembangan teknologi menuntut lembaga pelatihan untuk memastikan relevansi program sebagai faktor kunci keberhasilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penjaminan mutu (PM) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan relevansi program pelatihan terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Relevansi program diukur melalui tingkat penyerapan lulusan, efektivitas kinerja di tempat kerja, serta kesesuaian kompetensi dengan standar pasar kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PM berkontribusi signifikan terhadap peningkatan relevansi program pelatihan. Terdapat lima pilar utama PM yang berperan penting, yaitu: Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Needs Analysis/TNA) berbasis data, desain kurikulum adaptif yang melibatkan praktisi industri, implementasi pembelajaran berbasis kompetensi, evaluasi dampak pelatihan (Level 4 Kirkpatrick), serta budaya perbaikan berkelanjutan melalui siklus PDCA. Temuan ini menegaskan bahwa PM tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme administratif, tetapi sebagai fondasi strategis dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global.
Copyrights © 2025