Masyarakat pesisir Pantai Babatoa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar menghadapi kerentanan tinggi terhadap bahaya hidrometeorologi, gempa bumi pemicu tsunami, serta kecelakaan aktivitas kelautan, yang diperberat oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan tanggap darurat warga lokal. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap, serta keterampilan teknis mitigasi dan evakuasi mandiri masyarakat setempat. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Mei 2026 melalui kolaborasi terintegrasi lintas sektoral bersama TNI, POLRI, SAR/BASARNAS, BPBD, Polairud, dan Civitas Akademika STIKes Bhayangkara Makassar. Metode pelaksanaan mencakup edukasi massal interaktif, peragaan pertolongan pertama pada kecelakaan laut (water rescue dan basic life support), serta simulasi jalur evakuasi gempa-tsunami. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test serta lembar observasi partisipasi aktif warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman kognitif warga mengenai rantai keselamatan dan tanggap bencana sebesar 42,1% (p < 0,001), diiringi terbentuknya kesadaran kolektif serta pemangkasan waktu respons evakuasi mandiri menjadi 7–9 menit. Kolaborasi multi-sektor ini terbukti efektif mengakselerasi transfer keterampilan teknis kegawatdaruratan bagi masyarakat rentan di kawasan pesisir
Copyrights © 2026