Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan akad ijarah pada jasa laundry santri di JS Laundry Pesantren Jilussalamah Al-Islami Tembilahan berdasarkan perspektif fiqh muamalah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik laundry pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat akad ijarah. Namun, masih ditemukan kasus kerusakan, tertukarnya, dan kehilangan pakaian santri, sedangkan mekanisme pelaporan keluhan belum berjalan secara efektif sehingga pelaksanaan tanggung jawab (dhaman) pengelola belum optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan ketentuan akad ijarah perlu didukung oleh sistem pelaporan yang efektif agar prinsip keadilan dalam fiqh muamalah dapat diterapkan secara optimal. Oleh karena itu,penelitian ini merekomendasikan penyusunan prosedur pelaporan dan penyelesaian keluhan yang memungkinkan santri menyampaikan laporan secara langsung kepada pengelola disertai pencatatan jenis barang, waktu kejadian, dan tindak lanjut penyelesaian sesuai prinsip amanah, keadilan, dan tanggung jawab dalam fiqh muamalah.
Copyrights © 2026