Pemanfaatan bambu sebagai material vernakular kini berkembang tidak hanya sebagai elemen dekoratif sekunder, melainkan komponen struktural dan pengisi ruang yang responsif terhadap isu keberlanjutan. Penelitian ini mengkaji penerapan material bambu pada interior Kantor RLA Studio di kawasan Eco-Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung Barat, yang direvitalisasi dari bangunan eksisting gudang perendaman bambu. Fokus kajian diarahkan pada integrasi etika ekologis dalam pengolahan material dan inovasi tektonika pemasangan lantai bambu palupuh (Gigantochloa pseudoarundinacea). Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi fisik, dokumentasi teknis konstruksi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika ekologis diwujudkan melalui sistem pengawetan tertutup menggunakan larutan boraks dan asam borat dengan sirkulasi tanpa buangan limbah cair ke ekosistem tanah. Dari aspek tektonika interior, inovasi pelapisan subfloor multipleks 18 mm di atas balok rangka bambu petung berhasil menyelesaikan kelemahan deformasi dan kelenturan lantai bilah tradisional, menghasilkan bidang injak yang rata, rigid, dan presisi.
Copyrights © 2026