Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran regulasi emosi berbasis akhlak Islami dalam menekan perilaku agresi verbal siswa MI Nurul Falah Majalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kualitatif deskriptif. Subjek utama penelitian adalah siswa kelas VI yang teridentifikasi terlibat dalam dinamika agresi verbal, dengan informan kepala madrasah, guru kelas VI, guru Akidah Akhlak, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan pasif, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresi verbal siswa masih tampak dalam bentuk ejekan fisik, panggilan julukan buruk atau nama orang tua, bentakan, kata-kata kurang santun, dan pengucilan verbal. Perilaku tersebut muncul terutama pada jam istirahat, kerja kelompok, permainan, dan pergantian pelajaran. Regulasi emosi berbasis akhlak Islami mulai tampak melalui nilai husnuzan, sabar, kadzm al-ghaizh, menjaga lisan, istigfar, meminta maaf, dan memaafkan, tetapi penerapannya belum sepenuhnya konsisten. Peran guru dan madrasah menjadi penguat eksternal yang membantu siswa meredam konflik verbal melalui nasihat, keteladanan, pembiasaan, dan mediasi. Dengan demikian, regulasi emosi berbasis akhlak Islami berperan positif dalam menekan agresi verbal siswa, meskipun masih memerlukan penguatan berkelanjutan agar berubah menjadi kesadaran internal.
Copyrights © 2026