Uang saku merupakan sarana yang paling penting bagi anak sekolah dasar untuk belajar mengenal, menggunakan, dan mengelola uang secara bertanggungjawab. Namun, siswa SDN 09 IV Koto Aur Malintang cenderung menghabiskan uang saku untuk jajan tanpa perencanaan dan belum terbiasa menabung, di sisi lain sekolah tersebut hingga saat ini belum memiliki program khusus yang berfokus pada edukasi finansial. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pelaksana berupaya meningkatkan pemahaman siswa tentang cara mengatur uang saku mereka, menumbuhkan kebiasaan berhemat sejak dini, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk merencanakan dan memanfaatkan uang saku mereka dengan baik secara bertanggungjawab. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan experiential learning, berupa sosialisasi interaktif dan simulasi membedakan kebutuhan dan keinginan, yang dilaksanakan pada 15 siswa kelas 3 pada tanggal 8 Juni 2026. Data dikumpulkan melalui observasi, tanya jawab lisan sebelum sesudah kegiatan, dan dokumentasi. Kegiatan ini berkontribusi membentuk kebiasaan keuangan yang baik sejak usia dini bagi siswa di daerah pedesaan, dan dapat dijadikan acuan untuk diterapkan di sekolah dasar lainnya. Agar manfaatnya bertahan, diperlukan peran berkelanjutan dari guru dan orang tua dalam mendampingi penerapan pemahaman tersebut dalam keseharian siswa.
Copyrights © 2026