Jorong Toboh Marunggai, Nagari Sikucua Barat, Kecamatan V Koto Kampung Dalam merupakan wilayah agraris yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, termasuk budi daya jagung. Selama ini hasil panen jagung petani setempat masih dijual dalam bentuk mentah kepada tengkulak dengan harga yang kurang menguntungkan, padahal jagung memiliki potensi besar sebagai bahan baku pakan ternak yang permintaannya di Sumatera Barat masih jauh melebihi produksi lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memetakan potensi dan tantangan petani jagung sebagai pemasok pakan ternak serta mendampingi petani dalam mengenali nilai tambah hasil panennya. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada penggalian dan pengoptimalan aset yang telah dimiliki masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi kelompok terarah, pendampingan mengenai standar kualitas pascapanen, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nilai tambah jagung sebagai pakan ternak dari rata-rata 44 persen menjadi 78 persen, serta munculnya komitmen awal sebagian petani untuk menjajaki kemitraan pemasaran dengan peternak. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis aset mampu mendorong perubahan cara pandang petani terhadap potensi lokal yang mereka miliki, meskipun tantangan berupa keterbatasan akses pasar dan kelembagaan usaha masih perlu ditindaklanjuti melalui pendampingan berkelanjutan.
Copyrights © 2026