Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dipengaruhi oleh tekanan akademik, kondisi ekonomi, keluarga, hubungan sosial, organisasi, dan perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan kesehatan mental mahasiswa di perguruan tinggi melalui kerangka Health Policy Triangle yang meliputi konteks, proses, dan pelaku kebijakan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai penelitian terdahulu yang membahas kondisi kesehatan mental mahasiswa serta pelayanan kesehatan mental di perguruan tinggi, kemudian dianalisis berdasarkan kerangka Health Policy Triangle. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan mental muncul dari berbagai tekanan yang dialami mahasiswa, termasuk depresi dan kecemasan. Respons perguruan tinggi berkembang melalui layanan konseling, skrining, deteksi dini, monitoring, intervensi, tindak lanjut, serta pemanfaatan teknologi melalui sistem informasi dan aplikasi kesehatan mental. Pelaksanaannya melibatkan pimpinan perguruan tinggi, unit layanan kesehatan, psikolog, konselor, dosen, organisasi mahasiswa, dan mahasiswa. Kesimpulannya, pelayanan kesehatan mental mahasiswa membutuhkan keterkaitan yang kuat antara konteks, proses, dan pelaku, disertai dukungan kelembagaan, akses layanan, tenaga profesional, koordinasi antaraktor, dan keterlibatan mahasiswa.
Copyrights © 2026