Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam
Vol. 25 No. 1 (2026): Vol.25 No.1 (2026)

Beauty, Modesty, And The Bridal Body: Niqab-Wearing Women In Banjarese Wedding Ceremony

Khalilah Nur 'Azmy (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin)
Wening Udasmoro (Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2026

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi bagaimana perempuan bercadar menegosiasi standar ideal kecantikan pengantin dan konsep kesopanan dalam lanskap prosesi acara perkawinan pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, Indonesia. Data kualitatif melalui wawancara dari beberapa perempuan bercadar dan observasi digunakan untuk menggambarkan proses negosiasi tersebut. Temuan utama menunjukkan bahwa pengantin bercadar tidak semerta tunduk pada standar kecantikan pengantin yang dominan, tidak pula menolaknya secara brutal. Dalam kajian ini, pengantin bercadar terlibat dalam negosiasi terus menerus dengan etika keagamaan, ekspektasi komunal, dan konstruksi feminitas pengantin dalam praktik-praktik seperti: memilih penggunaan cadar secara selektif, penetapan batas ruang, serta penafsiran ulang makna praktik kecantikan dalam ruang publik. Negosiasi tersebut menampilkan realita bahwasanya kecantikan, kesopanan, ketaatan, dan tubuh perempuan terus mengalami rekonfigurasi dalam lanskap pernikahan yang sarat ritual dan telah menjadi bagian dari industri komersial. Kata Kunci: Perempuan bercadar, Kecantikan pengantin, Kesopanan, Negosiasi, Banjar, Pernikahan [This article sees how niqab-wearing women negotiate ideals of bridal beauty and modesty within wedding ceremony in Banjar society, South Kalimantan, Indonesia. Drawing on interviews with niqabi brides and observations of wedding ceremonies, the study explores how ritualized beauty—typically associated with bodily display and visual excess—interacts with religious commitments to veiling and restraint. The findings show that niqabi brides do not simply comply with dominant bridal beauty, nor do they reject them outright. Instead, they engage in ongoing negotiations between religious ethics, communal expectations, and bridal femininity through selective veiling, spatial regulations, and reinterpretations of beautification as a ritual obligation rather than a form of public display. These negotiations reveal how beauty, modesty, and the female body are continuously reconfigured within highly ritualized and commercialized wedding settings. Keywords: Niqab-wearing women, Bridal beauty, Modesty, Negotiation, Banjarese, Wedding ceremony. ]

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

MUSAWA

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Social Sciences

Description

Musãwa Journal of Gender and Islamic Studies was first published in March 2002 by PSW (Pusat Studi Wanita) Sunan Kalijaga Yogyakarta under contribution with the Royal Danish Embassy Jakarta. In 2008, published twice a year in collaboration with TAF (The Asia Foundation), namely January and July. ...