Latar belakang: Diare pada balita menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena berkontribusi pada tingginya angka kesakitan serta berpotensi mengganggu status gizi dan tumbuh kembang anak. Balita merupakan kelompok rentan akibat daya tahan tubuh yang belum optimal dan ketergantungan terhadap peran ibu. Kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, meliputi perilaku ibu, kondisi sanitasi lingkungan, higiene perorangan, sanitasi makanan, serta peran tenaga kesehatan. Tujuan: menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mantrijeron tahun 2025. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah Puskesmas Mantrijeron. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil : Diare pada balita berkaitan dengan faktor perilaku ibu, praktik higiene, kondisi sanitasi lingkungan, serta dukungan promosi kesehatan Kesimpulan: pencegahan diare balita memerlukan upaya promotif dan preventif yang terintegrasi melalui peningkatan pengetahuan dan sikap ibu, perbaikan sanitasi lingkungan, penerapan higiene yang baik, serta penguatan peran tenaga kesehatan dalam edukasi kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026