Kurang gizi kronis dan paparan kondisi lingkungan yang tidak memadai berkaitan dengan stunting, sebuah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Mercu Buana, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh anak berusia 0 hingga 59 bulan (N=931), dengan sampel sebanyak 90 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, penggunaan daftar periksa (checklist), dan pengukuran tinggi badan anak. Analisis univariat dan bivariat dilakukan menggunakan Prevalence Odds Ratio (POR) serta uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43 anak (47,8%) mengalami stunting. Stunting menunjukkan hubungan yang signifikan dengan sanitasi dasar (p=0,000; POR=22,817; 95% CI: 7,520–69,232) dan pengelolaan limbah rumah tangga (p=0,002; POR=7,556; 95% CI: 2,027–28,157). Namun, stunting tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ketersediaan air bersih (p=1,000). Upaya terpadu untuk menurunkan prevalensi stunting sebaiknya mencakup peningkatan pengelolaan limbah rumah tangga dan sanitasi dasar
Copyrights © 2026