Implementasi Surat Tanda Registrasi (STR) seumur hidup di Indonesia mengubah orientasi registrasi profesi dari perpanjangan administratif berkala menuju pemeliharaan kompetensi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis system readiness dalam mendukung competency sustainability tenaga kesehatan pada era implementasi STR seumur hidup. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, SINTA, dan Elsevier untuk publikasi tahun 2023–2026. Sebanyak 600 artikel berhasil diidentifikasi pada tahap awal, kemudian setelah proses penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta penilaian kelayakan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 10 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi lima dimensi utama system readiness, yaitu competency-based education, continuing professional development (CPD), regulatory and organizational governance, digital health and training support, serta health system readiness. Kelima dimensi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan kompetensi tenaga kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesiapan sistem yang mengintegrasikan pendidikan berbasis kompetensi, CPD, tata kelola regulasi, dukungan organisasi, transformasi digital, dan sistem kesehatan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa kerangka konseptual system readiness sebagai dasar penguatan implementasi STR seumur hidup di Indonesia. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa implementasi STR seumur hidup perlu diikuti dengan penguatan mekanisme CPD, asesmen kompetensi, kredensialing, supervisi profesional, dan penjaminan mutu secara terintegrasi untuk menjamin profesionalisme, mutu, dan keselamatan pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026