Secara global, kasus campak mengalami lonjakan kasus pada tahun 2024. Rendahnya cakupan imunisasi campak dosis kedua masih menjadi tantangan dalam mengeliminasi campak. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan imunisasi campak dosis kedua (MCV2) pada balita di Kota Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 336 ibu yang memiliki anak usia 18–59 bulan dipilih menggunakan proportional random sampling dari enam wilayah kerja UPTD Puskesmas di Kota Madiun pada Juli–Agustus 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan verifikasi status imunisasi berdasarkan buku kesehatan anak. Analisis meliputi uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Proporsi anak yang menerima MCV2 sebesar 91,4%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin (p = 0,035; OR = 2,356; 95% CI= 1,040–5,339), status MCV1(p = 0,000; OR = 15,619; 95% CI=10,326-23,624), OPV4 (p = 0,000; OR = 53,33; 95% CI: 13,540-210,081), Penta-3 (p = 0,000; OR = 48,523; 95% CI: 9,508-247.640), dan pengetahuan ibu (p = 0,002; OR = 3,311; 95% CI: 1,520-7,210) dengan penerimaan MCV2. Analisis multivariat menunjukkan bahwa status OPV4 berhubungan signifikan dengan penerimaan MCV2 (p = 0,002; OR = 49.193; 95% CI=4,058-596.341). Penguatan edukasi, pemberian pengingat, dan pelacakan anak yang belum menerima MCV2 sejak kunjungan imunisasi sebelumnya diperlukan untuk meningkatkan penerimaan MCV2. Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan status imunisasi, komunikasi dengan ibu, serta tindak lanjut terhadap anak yang melewatkan jadwal imunisasi secara lebih terpadu.
Copyrights © 2026