Perdarahan postpartum (Haemorrhagi Post Partum/HPP) merupakan salah satu komplikasi utama yang berkontribusi terhadap kematian ibu sehingga diperlukan strategi pencegahan melalui pelayanan postpartum yang optimal. Early exercise merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat mendukung pemulihan ibu melalui peningkatan mobilisasi, sirkulasi darah, dan proses involusi uterus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bidan dalam pelaksanaan early exercise dalam mencegah HPP. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 115 bidan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan di tujuh provinsi Indonesia dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, pertanyaan terbuka, dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,5% bidan memiliki praktik early exercise kategori baik, sedangkan 43,5% masih dalam kategori kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan bidan dengan praktik early exercise (p=0,0051). Selain itu, praktik early exercise berhubungan signifikan dengan kejadian HPP (p=0,0135), dengan hasil regresi menunjukkan praktik baik memiliki risiko HPP lebih rendah (OR=0,198; p=0,011). Peningkatan kompetensi bidan, edukasi ibu postpartum, dan penguatan sistem pelayanan diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan early exercise sebagai bagian dari upaya pencegahan HPP.
Copyrights © 2026