This study examines the effect of stress tolerance on job satisfaction among nurses working in a hospital in Batam City, with emotion management as a mediating variable. The research is based on the concept of emotion regulation and addresses the high-stress environment of nursing in Indonesia, where workforce shortages and emotional demands contribute to reduced job satisfaction, increased turnover, and potential declines in patient care quality. A quantitative cross-sectional survey was conducted involving 118 full-time nurses. Data were collected using structured questionnaires adapted from validated instruments to measure stress tolerance, emotion management, and job satisfaction. Data analysis was performed using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results indicate that stress tolerance has a significant positive direct effect on job satisfaction and emotion management. Emotion management also has a positive effect on job satisfaction. Furthermore, emotion management partially mediates the effect of stress tolerance on job satisfaction. The model demonstrates moderate explanatory power and excellent model fit. These findings highlight the important role of stress tolerance and emotion management in improving nurses’ job satisfaction. Hospital management is encouraged to implement targeted training programs in stress management and emotional regulation to strengthen psychological resilience, reduce turnover, and improve the quality of patient care. Penelitian ini mengkaji pengaruh toleransi stres terhadap kepuasan kerja pada perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kota Batam, dengan pengelolaan emosi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini didasarkan pada konsep regulasi emosi dan dilatarbelakangi oleh tingginya tekanan kerja dalam profesi keperawatan di Indonesia, yang ditandai oleh keterbatasan jumlah tenaga perawat, tuntutan emosional, penurunan kepuasan kerja, peningkatan turnover, serta potensi penurunan mutu layanan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 118 perawat tetap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari instrumen tervalidasi untuk mengukur toleransi stres, pengelolaan emosi, dan kepuasan kerja. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toleransi stres berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan terhadap pengelolaan emosi. Pengelolaan emosi juga berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Pengelolaan emosi memediasi secara parsial pengaruh toleransi stres terhadap kepuasan kerja. Model penelitian ini memiliki daya jelas sedang untuk kepuasan kerja dan tingkat kesesuaian model yang sangat baik. Temuan tersebut menegaskan pentingnya toleransi stres dan pengelolaan emosi dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan manajemen stres dan pengelolaan emosi untuk memperkuat ketahanan psikologis, menurunkan turnover, dan meningkatkan mutu layanan.
Copyrights © 2026