Peningkatan produktivitas tebu nasional saat ini terhambat oleh degradasi lahan akibat penggunaan pupuk anorganik berlebih yang menurunkan daya dukung tanah. BASISCROP yang terdiri dari pupuk blotong, bakteri tanah perakaran tebu, dan asam amino dikembangkan sebagai solusi perbaikan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh paket BASISCROP terhadap pertumbuhan dan produksi tebu. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan tiga perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut BNT 5%. Hasil menunjukkan pengaruh signifikan antar perlakuan. Perlakuan 50% pupuk kimia + BASISCROP terbukti unggul pada aspek pertumbuhan vegetatif dan menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 169,01 ton/ha. Sementara itu, perlakuan 30% pupuk kimia + BASISCROP menghasilkan nilai °Brix tertinggi sebesar 16,72°. Disimpulkan bahwa 50% pupuk kimia + BASISCROP merupakan formulasi paling efektif untuk meningkatkan kuantitas produksi, sedangkan 30% pupuk kimia + BASISCROP optimal untuk peningkatan kualitas rendemen gula.
Copyrights © 2026