Triono Bambang Irawan
Politeknik Negeri Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) AKAR KAKAO Triono Bambang Irawan; Liliek Dwi Soelaksini; Anni Nuraisyah
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v7i1.2205

Abstract

The aims of this study were: (i) to determine the response of cocoa seedling growth to cocoa root PGPR; (ii) determine the appropriate PGPR concentration of cocoa roots for the growth of cocoa seedlings. The research was carried out in June – December 2021, located in the Jember State Polytechnic nursery with an altitude of 89 m above sea level. The study used non-factorial RAK, namely: PO = PGPR concentration 0 ml/liter/5 polybags; P1 = PGPR concentration 50 ml/ liter / 5 polybags; P2= PGPR concentration 100 ml / liter / 5 polybags; P3 = PGPR concentration 150 ml / liter / 5 polybags and 6 replications. The results showed: (i) Cocoa seedling growth response by giving PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Cocoa Roots had a significant effect on plant height, number of leaves, stem diameter, wet weight and dry weight of roots, number of roots and root volume; (ii) Provision of optimal PGPR concentration of cocoa roots on root dry weight : 109 ml / l and root wet weight : 99 ml / l.
Analisa Faktor Pertumbuhan Tebu Terhadap Berat Nira Tebu (Saccarum officinarum L.) Sony Setiawan; Abdurrahman Salim; Triono Bambang Irawan; Sepdian Luri Asmono
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/7094j190

Abstract

Pendahuluan. Tanaman  Tebu  (Saccarum  officinarum)  adalah  jenis  tanaman  perkebunan  satu musim  atau  siklus  hidupnya  sekali  dalam  satu  tahun. Sifat dari tanaman  tebu  yaitu  batang  tanamannya  mengandung  glukosa. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini menggunakan data yang sudah tersedia di Pg. Prajekan, meliputi data Panjang batang, Berat batang, Jumlah Ruas dan Berat Nira. Data yang dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda.  Hasil dan Diskusi. Dilihat dari hasil perhitungan anova yaitu bahwa F 816.894 lebih besar dari F Tabel 5% adalah 2.553. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Setiap variabel panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel berat nira. Variabel panjang batang, jumlah ruas, dan diameter batang secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel berat nira. sedangkan berbeda dengan variabel berat batang yang menunjukkan bahwa secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel berat nira. Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  panjang batang, berat batang, jumlah ruas dan diameter batang secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan.
Uji Toksisitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Cendawan Fusarium oxysporum Penyebab Penyakit Layu Tembakau Martha Sari Dewi; Irma Wardati; Sepdian Luri Asmono; Triono Bambang Irawan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/v7c8ff38

Abstract

Pendahuluan. Cendawan Fusarium oxysporum merupakan cendawan tanah yang dapat bertahan lama dalam tanah sebagai klamidospora yang terdapat banyak dalam akar tanaman tembakau yang sakit. Terdapat beberapa cara untuk pengendalian cendawan tersebut salah satunya dengan pestisida nabati TKKS. Uji toksisitas yaitu memberikan efek toksik atau racun pada jangka waktu tertentu.  Metode Pengumpulan Data. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Jurusan Pertanian Politeknik Negeri Jember. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui toksisitas pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan cendawan penyebab penyakit layu tanaman tembakau (Fusarium oxysporum). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 5 macam perlakuan, meliputi : P0 : Sebagai kontrol untuk menghitung HR (Hambatan Relatif) tanpa TKKS, P1 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 1%, P2 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 2%, P3 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 3% dan P4 : Konsentrasi pestisida nabati TKKS 4%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum. Simpulan. Pestisida nabati tandan kosong kelapa sawit (TKKS) berpengaruh tidak nyata terhadap daya hambat dan berpengaruh sangat nyata terhadap diameter koloni cendawan Fusarium oxysporum.
Pengaruh Pemberian Dekomposer Rumen Sapi Terhadap Proses Dekomposisi Blotong Tebu Kurniawan Hari Subagio; Triono Bambang Irawan
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/vpevph97

Abstract

Pendahuluan. Blotong merupakan sebuah limbah yang dihasilkan dari pabrik pengolahan tebu dalam proses pembuatan gula, yang biasanya dihasilkan dalam bentuk yang mengandung kadar air yang lumayan rendah (Pramesti and Hermiyanto, 2019). Pembuatan pupuk organik blotong masih membutuhkan suatu  proses fermentasi agar kandungan yang ada didalam blotong bisa sederhanakan, untuk proses fermentasi tersebut dibutuhkan sebuah cairan yang menganduk bakteri  dekomposer atau perombak bahan organik seperti  cairan rumen. Cairan rumen  banyak sekali mengandung mikroorganisme yaitu diantaranya adalah bakteri yang paling dominan, Protozoa, sebagian kecil jamur, sehingga bisa menjadi sumber mikrioorganisme dikarenakan banyak terdapat mikroba. Metode Pengumpulan Data.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode Observasi, yang bertujuan untuk mengamati dan melihat keadaan sekitar di tempat pelaksaaan penelitian di PG Prajekan. Selanjutnya setelah menganalisis sampel di Labotarium biosan Hasil dari Lab tersebut dijelaskan dengan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dan Diskusi. Proses pembuatan pupuk organik blotong mengalami perubahan kandungan setelah dilakukan pengomposan atau dekomposisi. Perubahan itu menunjukan indikator bahwasannya blotong mengalami aktivitas perubahan atau pendekomposisian blotong yang dilakukan oleh mikroorganisme setelah diaplikasikan  pemberian cairan rumen sapi yang digunakan sebagai dekomposer atau bahan perombak dalam pembuatan pupuk organik. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengaruh Dekomposer Rumen Sapi Terhadap Proses Dekomposisi Blotong Tebu didapatkan hasil nilai C/N rasio blotong tebu sebesar 20,79%. Pemberian dekomposer rumen sapi blotong tebu setelah 21 hari nilai C/N rasio sebesar 9,62% dan setelah 42 hari nilai C/N rasio 9.48%.