Penelitian ini mengulas analisis dan peta tingkat bahaya tanah longsor di Kecamatan Sibolangit dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Masalah utama yang dihadapi dalam penelitian ini adalah tingginya risiko longsor yang dipengaruhi oleh bentuk tanah, tipe tanah, jumlah hujan, dan perubahan cara penggunaan lahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengenali sifat-sifat daerah yang rawan longsor, menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada risiko longsor, serta membuat peta kerawanan longsor dengan menggunakan analisis spasial. Metode yang dipakai adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui kajian pustaka dan analisis spasial menggunakan data sekunder seperti kemiringan lereng dan tipe tanah. Analisis dilakukan dengan mengolah data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), melakukan klasifikasi kemiringan lereng, mengidentifikasi lereng yang curam, serta membuat buffer dengan software ArcGIS. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa daerah dengan kemiringan lereng di atas 25% dan jenis tanah Humic Andosol memiliki risiko longsor yang tinggi hingga sangat tinggi. Selain itu, aktivitas penggunaan lahan di daerah lereng juga memperbesar risiko longsor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa SIG sangat berguna untuk memetakan tingkat kerawanan longsor dan bisa menjadi dasar untuk perencanaan wilayah serta pengurangan risiko bencana di Kecamatan Sibolangit.
Copyrights © 2026