Pertumbuhan kawasan terbangun yang pesat di Kota Banda Aceh berdampak pada peningkatan Suhu Permukaan Lahan (Land Surface Temperature/LST) dan intensifikasi fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara Zona Iklim Lokal (Local Climate Zones/LCZ) dan distribusi suhu permukaan lahan di seluruh wilayah administrasi Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan meliputi klasifikasi LCZ berbasis aturan (rule-based) menggunakan citra Sentinel-2 dan prediksi LST resolusi tinggi (10 meter) melalui model regresi Random Forest berdasarkan data Landsat 8, Landsat 9, dan Sentinel-2 yang diproses pada platform Google Earth Engine. Model Random Forest yang dilatih menggunakan 2.345 sampel menghasilkan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 2,56°C, menunjukkan akurasi prediksi yang memadai. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 93,8% wilayah Kota Banda Aceh berada pada kelas suhu permukaan di atas 34°C, dengan zona LCZ terbangun seperti Compact Mid-Rise (rata-rata 41,14°C) dan Compact Low-Rise (rata-rata 40,94°C) mencatat suhu tertinggi. Sebaliknya, zona perairan (LCZ 17) secara konsisten menunjukkan suhu terendah dengan rata-rata 33,25°C. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan kota yang responsif terhadap iklim, terutama melalui peningkatan tutupan vegetasi dan pelestarian badan air sebagai strategi mitigasi pemanasan perkotaan di Kota Banda Aceh.
Copyrights © 2026