Polisi tidur merupakan elemen infrastruktur jalan yang berfungsi untuk mengatur kecepatan kendaraan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, di Indonesia, banyak polisi tidur dibangun tanpa standar yang jelas, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, kerusakan kendaraan, bahkan potensi kecelakaan. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan komunikasi visual dengan merancang miniatur mainan sebagai bentuk kritik satir terhadap praktik pembangunan polisi tidur yang tidak terstandarisasi. Metode penelitian mencakup studi literatur, observasi lapangan, analisis visual, serta tahap residensi untuk eksplorasi ide dan konteks. Hasil penelitian diwujudkan dalam bentuk karya miniatur dan pameran sebagai sarana diseminasi dan evaluasi publik. Perancangan ini tidak hanya menghasilkan karya desain, tetapi juga berfungsi sebagai media edukatif dan reflektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong pemangku kebijakan memperhatikan pentingnya standarisasi dalam pembangunan infrastruktur jalan.
Copyrights © 2026