Rizki Maulana Rachman
Sekolah Tinggi Desain Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fashion Design Based on Baduy Culture: The Fusion of Essentiality, Spirituality, and Exploration in Seba Baduy 2024 Ardita Ayulestari Soemardi; Tetes Annisa Lestari; Rizki Maulana Rachman; Annurul Annurul
BAJU: Journal of Fashion and Textile Design Unesa Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/baju.v6n2.p189-196

Abstract

 Seba Baduy is a series of events held annually as a tradition as a form of gratitude and a symbol of harmonious relations between humans, nature, and ancestors. This study aims to identify Baduy cultural elements that are integrated into fashion design works and analyze the values ​​of essentiality, spirituality, and exploration in these fashion designs with a blend of local Baduy culture. The research method used is qualitative, with data collection methods through literature studies and observations regarding Baduy culture, especially Baduy weaving and batik. This Baduy culture is collaborated with a more modern style, with the theme of Essentiality, Spirituality, and Exploration, which is related to simplicity and the elevation of local traditions. The final result of this research is a design titled "Sawarga," inspired by the Baduy tribe's house as a spiritual place, elaborated with traditional Baduy fabrics, packaged in a modern form. The values ​​of essentiality, spirituality, and exploration are reflected in the design, through the use of natural materials, silhouettes, and exploration of textile materials.
Perancangan Miniatur Polisi Tidur Sebagai Bentuk Kritik Terhadap Polisi Tidur Tanpa Regulasi Dena Septian; Rizki Maulana Rachman; Kurt D. Petterson
Jurnal Visual Ideas Vol. 6 No. 2 (2026): Visual Ideas
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/visualideas.vol6.iss2.2026.3161

Abstract

Polisi tidur merupakan elemen infrastruktur jalan yang berfungsi untuk mengatur kecepatan kendaraan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Namun, di Indonesia, banyak polisi tidur dibangun tanpa standar yang jelas, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan, kerusakan kendaraan, bahkan potensi kecelakaan. Penelitian ini mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan komunikasi visual dengan merancang miniatur mainan sebagai bentuk kritik satir terhadap praktik pembangunan polisi tidur yang tidak terstandarisasi. Metode penelitian mencakup studi literatur, observasi lapangan, analisis visual, serta tahap residensi untuk eksplorasi ide dan konteks. Hasil penelitian diwujudkan dalam bentuk karya miniatur dan pameran sebagai sarana diseminasi dan evaluasi publik. Perancangan ini tidak hanya menghasilkan karya desain, tetapi juga berfungsi sebagai media edukatif dan reflektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong pemangku kebijakan memperhatikan pentingnya standarisasi dalam pembangunan infrastruktur jalan.