Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping yang digunakan santri tahfidz dalam menghadapi stres selama proses menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Satu Qur’an Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri menggunakan tiga bentuk strategi coping, yaitu problem focused coping, emotion focused coping, dan religious coping. Problem focused coping dilakukan melalui pengulangan hafalan, penyusunan jadwal muroja’ah, pengaturan waktu, pemilihan lingkungan belajar yang kondusif, serta meminta bantuan ustazah atau teman ketika mengalami kesulitan. Emotion focused coping dilakukan dengan menenangkan diri, mengingat kembali tujuan menghafal, berbagi cerita dengan orang terdekat, mengingat nasihat orang tua, serta memaknai kesulitan sebagai bagian dari proses menghafal. Sementara itu, religious coping diwujudkan melalui salat sunnah, berdoa, dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT. Ketiga strategi tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi stres melalui upaya pemecahan masalah, pengelolaan emosi, dan penguatan spiritual. Strategi coping membantu santri mempertahankan ketenangan, motivasi, dan keberlanjutan proses menghafal Al-Qur’an.
Copyrights © 2026