Lembaga keuangan syariah menghadapi tuntutan ganda, yaitu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai lembaga yang berlandaskan prinsip syariah sekaligus bersaing secara profesional dengan lembaga keuangan konvensional. Budaya organisasi yang kuat menjadi salah satu kunci untuk menjawab tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep amanah dan itqan serta merumuskan model integrasi kedua nilai tersebut dalam pembentukan budaya organisasi lembaga keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur. Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel jurnal yang relevan, kemudian dianalisis dengan analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa amanah berfungsi sebagai fondasi moral yang menjawab pertanyaan mengapa seseorang harus bekerja dengan benar, sedangkan itqan berfungsi sebagai standar profesional yang menjawab bagaimana pekerjaan harus dilakukan. Kedua nilai tersebut bersifat saling melengkapi karena amanah tanpa itqan menghasilkan pegawai yang jujur tetapi kurang kompeten, sedangkan itqan tanpa amanah menghasilkan pegawai yang cakap tetapi rawan penyimpangan. Integrasi kedua nilai dapat dipetakan ke dalam tiga lapisan budaya organisasi menurut Schein, yaitu asumsi dasar, nilai yang dianut, dan artefak. Penelitian ini juga merumuskan enam strategi internalisasi, yaitu keteladanan pimpinan, rekrutmen berbasis nilai, pelatihan terpadu, sistem penghargaan dan sanksi, tata kelola syariah, serta komunikasi dan ritual organisasi.
Copyrights © 2026