Tujuan penelitian ini ialah menganalisi pengaruh kompensasi dan beban kerja terhadap kinerja karyawan pada Lopo Mandheling Coffee. Penelitian ini dilatarbelakangi pada masalah bahwa kafe setiap hari buka tanpa ada libur sehingga menjadikan tugas yang berat bagi karyawan dan efek kelelahan. Masalah lain karena beban kerja yang cukup besar ditanggung karyawan karena pembagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan kapasitas mereka. Selain itu karyawan juga tidak mendapatkan upah yang tidak sesuai dengan hasil kerja mereka. Permasalahan-permasalahan ini berdampak pada kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penulis menggunakan observasi dan penyebaran angket untuk mengumpulkan data. Studi ini melibatkan 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel beban kerja dan kompensasi berdampak positif secara parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan di Lopo Mandheling Coffee Panyabungan. Diperoleh nilai t-hitung untuk variabel beban kerja (X1) sebesar 1,875 dan variabel kompensasi (X2) sebesar 1,777. Ini menunjukkan bahwa variabel beban kerja dan kompensasi berdampak positif. Hasil dari uji simultan diperoleh nilai f-hitung sebesar 5,191. Nilai f-hitung ini lebih besar dari nilai f-tabel 3,316 (5,191 > 3,316). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama, hipotesis kedua, dan ketiga diterima. Ini berarti bahwa beban kerja dan kompensasi berdampak positif dan signifikan pada kinerja karyawan. Studi ini membuktikan dengan sukses bahwa nilai R Square sebesar 0,251 kali 100% = 25,1%, dan variabel tambahan menyumbang 74,9%. Selain itu variabel beban kerja dan kompensasi menunjukkan hubungan yang sedang sebesar 0,501 terhadap kinerja karyawan pada Lopo Mandheling Coffee Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal, yang berada pada interval korelasi 0,40–0,599.