Degradasi kesuburan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik secara intensif dalam jangka panjang menjadi isu krusial dalam pertanian berkelanjutan. Oleh karena itu, inovasi dalam pemanfaatan pupuk organik sebagai alternatif yang ramah lingkungan menjadi sangat penting. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk menganalisis respons pertumbuhan dan komponen hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap aplikasi pupuk organik yang diformulasikan dari kombinasi berbagai jenis pupuk kandang (sapi, kambing, dan ayam) dan diperkaya dengan krokot. Eksperimen lapangan ini dilaksanakan dari bulan Februari hingga Mei 2025 di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat taraf perlakuan dosis pupuk organik padat: 0 kg/m² (kontrol), 1 kg/m², 2 kg/m², dan 3 kg/m² serta enam ulangan pada setiap perlakuan. Pupuk dibuat dari kombinasi limbah padat ternak sapi, kambing, ayam dan tanaman krokot dengan perbandingan 2:1:1:1 yang difermentasikan. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah cabang dan berat buah panen pertama per tanaman. Perlakuan dengan dosis 3 kg/m² menunjukkan pengaruh paling efektif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian rata-rata tinggi tanaman (78,71 cm), jumlah cabang (14,1), dan berat hasil panen (62,10 g) yang secara statistik berbeda nyata jika dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi pupuk kandang ternak dengan penambahan krokot efektif dalam meningkatkan produktivitas cabai rawit. Implikasi kebijakan yang disarankan adalah mendorong pemanfaatan limbah ternak dan tanaman lokal sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2026