Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Rendahnya fundamental skill dalam dribbling, passing, dan ball control menjadi permasalahan pada pemain SSB Muspan Padang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode latihan global dan elementer terhadap fundamental skill serta menentukan metode yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain two group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain SSB Muspan Padang usia 12–14 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri atas 10 pemain. Instrumen penelitian meliputi tes dribbling, passing, dan ball control. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode global meningkatkan rata-rata fundamental skill dari 61,541 menjadi 64,292 dengan nilai t = 5,595 dan signifikansi 0,000. Metode elementer meningkatkan rata-rata dari 61,360 menjadi 66,577 dengan nilai t = 4,587 dan signifikansi 0,001. Kedua metode menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kelompok masing-masing. Meskipun rata-rata post-test kelompok elementer lebih tinggi, independent sample t-test menunjukkan t = 0,991 dan signifikansi 0,335, sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Dengan demikian, metode global dan elementer sama-sama dapat digunakan sebagai alternatif latihan untuk meningkatkan fundamental skill pemain SSB Muspan Padang usia 12–14 tahun.
Copyrights © 2026