Fenomena degradasi moral dan ancaman pergaulan bebas pada anak usia sekolah dasar (SD) menjadi tantangan serius di era digital, terutama di wilayah pedesaan yang mengalami transisi sosial cepat. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengasuhan (parenting) orang tua dan lansia dalam mencegah perilaku menyimpang pada anak SD di Desa Sigalapang Julu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tiga tahapan: sosialisasi bahaya pergaulan bebas, pelatihan teknik komunikasi asertif berbasis nilai religius, dan pendampingan intensif. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari orang tua murid dan tokoh lansia setempat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 68% dalam pemahaman peserta mengenai tanda-tanda awal pergaulan bebas dan strategi pengasuhan preventif. Program ini membuktikan bahwa pelibatan lansia sebagai agent of change dalam ekosistem pengasuhan desa mampu menciptakan sistem pertahanan moral yang lebih kuat bagi generasi muda.
Copyrights © 2026