Aksi Kita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER

Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Genderuwo sebagai Alternatif Pengganti Pupuk Kimia di Desa Cihawuk

Muhammad Adhitya Nugraha (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Sri Nur Khasanah (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Naura Fairusy Syifa (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Mochammad Farrel Firdaus (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Marshanda Maura Putri (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Ikmila Khoerunnisa (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Fauzan Nurul Fajri (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Abdurrahman Lunny Irham (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Nurbilqis Laila (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Anadza Putri Bilqis (Universitas Muhammadiyah Bandung)
Hizkia Ihza Almuhajir (Universitas Muhammadiyah Bandung)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2026

Abstract

Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung merupakan wilayah pegunungan dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai buruh tani yang masih banyak bergantung pada pupuk kimia dalam kegiatan bertani. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mencemari lingkungan, sementara di sisi lain limbah kotoran sapi dan sisa tanaman yang melimpah di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok buruh tani Desa Cihawuk dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk semi organik yang dikenal dengan nama pupuk Genderuwo, sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung, melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan (observasi dan koordinasi dengan perangkat desa), tahap sosialisasi dan pelatihan (pemaparan materi serta demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk Genderuwo), dan tahap evaluasi (diskusi dan tanya jawab). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri atas perangkat desa, kelompok buruh tani, dan tokoh masyarakat, menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam praktik pembuatan pupuk serta diskusi tanya jawab. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengolahan limbah kotoran sapi yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi pupuk yang dapat mendukung produktivitas pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian petani dalam penyediaan pupuk berbahan baku lokal secara berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

aksikita

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, ekonomi, agama, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa ...