Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung merupakan wilayah pegunungan dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai buruh tani yang masih banyak bergantung pada pupuk kimia dalam kegiatan bertani. Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas tanah dan mencemari lingkungan, sementara di sisi lain limbah kotoran sapi dan sisa tanaman yang melimpah di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok buruh tani Desa Cihawuk dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk semi organik yang dikenal dengan nama pupuk Genderuwo, sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung, melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan (observasi dan koordinasi dengan perangkat desa), tahap sosialisasi dan pelatihan (pemaparan materi serta demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk Genderuwo), dan tahap evaluasi (diskusi dan tanya jawab). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri atas perangkat desa, kelompok buruh tani, dan tokoh masyarakat, menunjukkan antusiasme tinggi selama pelatihan, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam praktik pembuatan pupuk serta diskusi tanya jawab. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengolahan limbah kotoran sapi yang sebelumnya dianggap tidak bermanfaat menjadi pupuk yang dapat mendukung produktivitas pertanian. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian petani dalam penyediaan pupuk berbahan baku lokal secara berkelanjutan.