Ketahanan dan swadaya pangan pada tingkat desa merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kemandirian masyarakat. Desa Alue Bagok, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat memiliki potensi lahan pertanian dan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melalui budidaya tanaman pangan cepat panen untuk mendukung program swadaya pangan desa. Sasaran kegiatan adalah 8 orang mahasiswa KKN Kelompok 75 sebagai pelaksana, dengan mitra pendukung perangkat Gampong Alue Bagok yang berperan dalam penyediaan lokasi, perizinan, dan penerimaan pengelolaan lanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pembentukan kelompok kerja, sosialisasi dan pelatihan, praktik budidaya serta pemeliharaan, dan monitoring dan evaluasi. Masalah awal mitra adalah lahan pekarangan seluas kurang lebih 24 m² yang tidak produktif, belum tersedianya lahan percontohan sebagai rujukan budidaya, serta ketergantungan pada pembelian media tanam. Solusi yang diterapkan berupa pembukaan lahan percontohan (demplot), budidaya pada bedengan dan polibag, serta pemanfaatan limbah lokal sebagai campuran media tanam. Hasil kegiatan menunjukkan capaian terukur berupa pemanfaatan lahan tidak produktif dari 0 m² menjadi kurang lebih 24 m² (4 m × 6 m), terbentuknya 1 unit demplot dengan 7 bedengan, 30 polibag produksi cabai kecil, penyemaian 8 saset/benih dari 6 jenis komoditas termasuk(cabai kecil, terong, bayam putih, bayam merah, sawi, dan kangkung), serta pemanfaatan kurang lebih 50 kg sekam bakar dan 50 kg serutan kayu limbah penggergajian (total sekitar 100 kg bahan media tanam) yang seluruhnya diperoleh tanpa biaya pembelian. Tingkat keterlibatan anggota kelompok mencapai 100% (8 dari 8 orang) pada seluruh tahapan utama. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal terhadap penguatan swadaya pangan sekaligus mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026