Perilaku bullying atau perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang mengancam tumbuh kembang, kesehatan mental, dan prestasi belajar peserta didik di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun kesadaran bersama warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga orang tua, mengenai bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bersahabat. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, sosialisasi dan edukasi anti-bullying melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukasi, pelatihan bagi guru dalam mendeteksi dan menangani kasus perundungan, pembentukan Duta Anti-Bullying dari kalangan siswa, serta pemasangan media edukasi berupa poster di area sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying dan cara melaporkannya, tumbuhnya keberanian siswa untuk saling mengingatkan dan melindungi teman, serta komitmen pihak sekolah untuk mengintegrasikan program anti-bullying secara berkelanjutan dalam kegiatan sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah efektif membangun budaya sekolah yang lebih aman dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Copyrights © 2026