Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Pola Pikir Wirausaha Mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (Tinjauan dalam Konteks Manajemen Bisnis Modern) Logi Mulawarman; Tia Ramda Sari; T. Jalaluddin; L. Jatmiko Jati
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan pola pikir wirausaha (entrepreneurial mindset) mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta dalam konteks manajemen bisnis modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 mahasiswa di Pulau Lombok yang aktif menjalankan atau merintis usaha di kedua jenis perguruan tinggi. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan strategi manajemen bisnis di antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa di perguruan tinggi negeri cenderung memiliki pendekatan yang lebih konservatif dan berbasis pada stabilitas jangka panjang, sedangkan mahasiswa di perguruan tinggi swasta lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan berani mengambil risiko. Temuan ini mengindikasikan adanya pengaruh lingkungan akademik, budaya organisasi kampus, dan akses terhadap sumber daya kewirausahaan dalam membentuk pola pikir wirausaha. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan kebijakan kewirausahaan yang lebih kontekstual dan relevan terhadap kebutuhan bisnis modern.   This study aims to explore and compare the entrepreneurial mindset of students from public and private universities within the context of modern business management. Employing a qualitative approach and an exploratory case study design, data were collected through in-depth interviews with 20 university students on Lombok Island who are actively engaged in or initiating entrepreneurial ventures in both types of institutions. The primary focus of this research is to identify differences in business management strategies between the two groups. The findings reveal that students from public universities tend to adopt a more conservative approach, emphasizing long-term stability, whereas those from private universities demonstrate greater adaptability to market changes and a higher willingness to take risks. These results suggest that academic environments, campus organizational cultures, and access to entrepreneurial resources significantly influence the development of an entrepreneurial mindset. The implications of this research provide valuable insights for the development of more contextualized and relevant entrepreneurship curricula and policies aligned with the demands of modern business.  
Pembuatan Gapura sebagai Penguatan Identitas dan Penanda Wilayah Desa Ujong Beusa Maifi Syarina; Naqia Aufa; Rizki Fadilla; Sufyansyah Sufyansyah; Romi Setiawan; Liwaul Qaulist Tsabit; Aslan Darma; Riska Elviana; T. Jalaluddin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cb9jdb44

Abstract

Desa Ujong Beusa, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, belum memiliki penanda visual yang jelas pada akses masuk desa. Kondisi tersebut membuat lokasi desa relatif sulit dikenali karena jalur masuk masih menyatu dengan akses menuju wilayah di sekitarnya. Program pengabdian melalui KKN Reguler Universitas Teuku Umar Kelompok 59 dilaksanakan untuk menghasilkan gapura sebagai penanda sekaligus identitas fisik Desa Ujong Beusa. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang dilaksanakan melalui observasi, koordinasi, persiapan alat dan bahan, pengukuran, pemotongan material, perakitan, pengecatan, pembuatan tulisan, finishing, hingga pemasangan. Bambu dipilih sebagai bahan utama karena tersedia di lingkungan desa sehingga dapat dimanfaatkan tanpa menambah pengeluaran tunai kelompok. Hasil kegiatan berupa satu pasang gapura yang berhasil dipasang pada akses masuk Desa Ujong Beusa. Pelaksanaan melibatkan mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam bentuk koordinasi, penyediaan bahan dan alat, serta pengerjaan di lapangan. Pengeluaran tunai yang tercatat mencapai Rp465.000, sedangkan sejumlah bahan diperoleh dari desa dan beberapa alat digunakan melalui peminjaman. Gapura yang dihasilkan memberikan penanda visual yang lebih mudah dikenali sekaligus memperkuat identitas fisik wilayah. Keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi hasil kegiatan yang dapat dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir, dengan pemeliharaan sebagai bagian penting untuk mempertahankan fungsinya
Stop Bullying Sejak Dini: Membangun Lingkungan Sekolah yang Aman, Ramah, dan Bersahabat T. Jalaluddin; Sabilulrahsyad Sabilulrahsyad; Salamuddin Salamuddin; Iqbar Zumairi; Mareta Febrianti; Rozia Novita; Salmiati Salmiati; Mardiana Mardiana; Misa Fitria
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cybfrq77

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang mengancam tumbuh kembang, kesehatan mental, dan prestasi belajar peserta didik di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membangun kesadaran bersama warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, hingga orang tua, mengenai bahaya bullying serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bersahabat. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, sosialisasi dan edukasi anti-bullying melalui permainan edukatif, diskusi kelompok, dan pemutaran video edukasi, pelatihan bagi guru dalam mendeteksi dan menangani kasus perundungan, pembentukan Duta Anti-Bullying dari kalangan siswa, serta pemasangan media edukasi berupa poster di area sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk bullying dan cara melaporkannya, tumbuhnya keberanian siswa untuk saling mengingatkan dan melindungi teman, serta komitmen pihak sekolah untuk mengintegrasikan program anti-bullying secara berkelanjutan dalam kegiatan sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh warga sekolah efektif membangun budaya sekolah yang lebih aman dan ramah bagi seluruh peserta didik.