Penelitian ini dilatarbelakangi oleh transformasi komunikasi politik di era digital yang menjadikan Instagram sebagai ruang strategis bagi politisi untuk membangun narasi, citra, dan kedekatan dengan publik, sekaligus membuka ruang bagi kemunculan populisme digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan konten akun Instagram @sahabatdavelaksono berdasarkan representasi populisme di dalamnya, dengan mengacu pada indikator ideasional populisme Mudde dan Kaltwasser, serta mendeskripsikan strategi komunikasi populis yang digunakan Dave Laksono dalam produksi kontennya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital, studi dokumen, dan wawancara mendalam sebagai triangulasi sumber, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi populisme dalam akun ini terkelompok ke dalam tiga kategori utama, yaitu rakyat, politik, dan sosial, dengan populisme yang berorientasi pada rakyat (people-centrism) dan bersifat partisipatif, bukan populisme anti-sistem yang konfrontatif. Meskipun demikian, verifikasi silang terhadap sampel unggahan menunjukkan bahwa register kerakyatan tersebut hadir secara selektif, sementara konten bertema kelembagaan-teknokratis justru lebih dominan secara kuantitatif.
Copyrights © 2026