Perubahan pola pengasuhan orang tua di era modern menghadirkan tantangan dalam perkembangan keterampilan pengambilan keputusan anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa baru yang dibesarkan dengan pola pengasuhan permisif dalam proses pengambilan keputusan serta mengidentifikasi unsur-unsur yang menjadi pendorong dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa baru berusia 18–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan permisif dimaknai secara ambivalen. Kebebasan dan kepercayaan orang tua mendorong kemandirian, inisiatif, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan. Namun, minimnya arahan, batasan, komunikasi, dan validasi emosional menimbulkan kebingungan, keraguan, serta tekanan ketika menghadapi keputusan penting. Penelitian menyimpulkan bahwa kebebasan akan lebih mendukung keterampilan pengambilan keputusan apabila disertai kehadiran, pendampingan, dan dukungan emosional orang tua.
Copyrights © 2026