Pemanfaatan jamban yang tidak konsisten masih menjadi masalah sanitasi di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan akses air bersih dengan pemanfaatan jamban pada masyarakat pesisir Pulau X, Kota Batam. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 72 subjek (kepala keluarga) yang dipilih secara purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan korelasi Spearman serta regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa hanya pengetahuan yang berhubungan positif dan signifikan dengan pemanfaatan jamban (rho=0,296; p=0,012), sedangkan sikap (rho=0,095; p=0,430) dan akses air bersih (rho=0,136; p=0,254) tidak berhubungan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel menjelaskan 12,4% variasi pemanfaatan jamban (F=3,212; p=0,028), dengan pengetahuan sebagai satu-satunya prediktor signifikan (p=0,006). Disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling konsisten berhubungan dengan pemanfaatan jamban, sehingga edukasi sanitasi perlu diprioritaskan dan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar disarankan.
Copyrights © 2026