Neuropati perifer merupakan komplikasi kronis Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 yang menyebabkan penurunan sensitivitas kaki dan gangguan keseimbangan dinamis, sehingga meningkatkan risiko jatuh pada penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas stimulasi somatosensorik dan senam kaki dalam meningkatkan sensitivitas kaki serta keseimbangan dinamis pada pasien DM Tipe 2. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang mensintesis data dari berbagai uji klinis acak, tinjauan sistematis, dan meta-analisis terkait intervensi sensorimotor, stimulasi elektrik plantar, dan senam kaki diabetes. Temuan menunjukkan bahwa stimulasi somatosensorik, baik melalui stimulasi elektrik plantar maupun latihan sensorimotor repetitif, secara signifikan meningkatkan stabilitas postural dan plastisitas konektivitas otak. Senam kaki diabetes terbukti efektif meningkatkan sensitivitas saraf tepi sekaligus berkontribusi pada penurunan kadar glukosa darah. Pelatihan proprioseptif juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap stabilitas postural pada individu dengan neuropati diabetik. Integrasi stimulasi somatosensorik dan senam kaki merupakan strategi non-farmakologis yang efektif untuk memperbaiki fungsi sensorik dan motorik. Penerapan kedua intervensi ini sangat direkomendasikan dalam manajemen mandiri pasien DM Tipe 2 untuk mencegah risiko jatuh dan komplikasi lebih lanjut. KATA KUNCI: Diabetes Melitus; Stimulasi Somatosensorik; Senam Kaki; Keseimbangan Dinamis; Neuropati Perifer.
Copyrights © 2026