Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya dan pola komunikasi pelatih renang dalam meningkatkan prestasi perenang di Club Wahoo Medan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas dua pelatih dan tiga atlet renang, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dengan pakar komunikasi dan Ketua Akuatik Sumatera Utara. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan temuan berdasarkan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, kecenderungan gaya komunikasi, pola interaksi pelatih–atlet, serta pemaknaan komunikasi berdasarkan teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead melalui konsep pikiran, diri, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi pelatih di Club Wahoo Medan cenderung dominan asertif, ditandai dengan harmonisasi instruksi dan koreksi secara tegas, jelas, dan terbuka, namun tetap memberikan ruang kepada atlet untuk bertanya, menyampaikan kendala, dan memberikan respon. Penerapannya bersifat adaptif, instruktif, suportif, dan situasional sesuai usia, karakter, kemampuan, kondisi psikologis, serta target prestasi atlet. Pola komunikasi yang dominan adalah komunikasi interpersonal dua arah, sedangkan komunikasi satu arah digunakan pada situasi tertentu yang membutuhkan ketegasan dan respon cepat. Pemaknaan komunikasi pelatih membantu atlet membangun pemahaman teknik, kedisiplinan, motivasi, kepercayaan diri, dan kesiapan mental sehingga mendukung proses pelatihan prestasi perenang.
Copyrights © 2026