Kebijakan pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai persoalan dalam implementasi Kurikulum 2013 di sekolah menengah, terutama terkait kesiapan guru mengelola pembelajaran daring dan keterbatasan sarana belajar yang dihadapi siswa. Sebagian besar kajian terdahulu tentang pembelajaran daring pada masa pandemi lebih banyak menyoroti hambatan teknis di jenjang sekolah dasar, sementara peran guru secara spesifik dalam menjalankan Kurikulum 2013 di jenjang sekolah menengah atas belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 selama pembelajaran daring serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dan siswa di SMA Negeri 7 Pinrang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru dan siswa sebagai informan; data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan tiga peran utama, yaitu motivator, fasilitator, dan evaluator, untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Kendala yang dihadapi guru meliputi ketidaksiapan menghadapi perubahan mendadak dan keterbatasan penguasaan teknologi pembelajaran, sedangkan siswa menghadapi kendala keterbatasan perangkat dan akses internet. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital guru dan pemerataan dukungan infrastruktur belajar daring pada jenjang sekolah menengah.
Copyrights © 2022