Berhitung permulaan di kelas I menjadi dasar bagi operasi bilangan pada jenjang berikutnya, tetapi pada tahap pra-siklus di SDN 51 Sumarambu Kota Palopo hanya 10 dari 21 siswa (48%) tuntas dengan nilai rata-rata kelas 57. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa selama penerapan media counting box, serta menganalisis peningkatan kemampuan berhitung siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan subjek 21 siswa kelas I. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes lisan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan indikator keberhasilan ketuntasan klasikal minimal 80% pada KKM 70. Ketuntasan klasikal naik dari 62% (rata-rata 69) pada siklus I menjadi 86% (rata-rata 76) pada siklus II. Skor observasi aktivitas guru naik dari 54,5% menjadi 100%, dan skor aktivitas siswa naik dari 65,6% menjadi 100%. Kenaikan itu terjadi bersamaan dengan perbaikan bimbingan guru dan penataan ulang tempat duduk, sehingga pengaruh media tidak dapat dipisahkan dari faktor-faktor tersebut. Counting box layak dipertimbangkan sebagai media konkret pada pembelajaran berhitung di kelas I. Kata Kunci: counting box, berhitung, penelitian tindakan kelas, kelas I, media konkret
Copyrights © 2024